Cara Mudah Menghilangkan Duri Bandeng

Mendapatkan cara menghilangkan duri bandeng yang efektif memang tidak mudah. Terutama bila mengingat ada lebih dari seratus duri dalam bandeng. Bahkan seringkali saat duri telah dibersihkan, masih ada saja duri yang tertinggal. Kondisi ini menyebabkan banyak orang malas mengolah bandeng menjadi sajian bergizi untuk keluarga. Tentunya hal ini sangat disayangkan mengingat manfaat bandeng sangat luar biasa bagi tubuh. Namun jangan khawatir karena kesulitan Anda dapat diatasi dengan beberapa tips menghilangkan duri bandeng berikut ini:

Buang sisik

Sebelum menghilangkan duri ikan bandeng, sebaiknya bersihkan dulu sisiknya. Jika duri dibersihkan terlebih dulu, sisik akan semakin sulit dibersihkan. Jumlah sisik bandengan sangat banyak. Selain itu sisik ikan bandeng berukuran lebih kecil dibandingkan ikan air tawar. Namun kelebihannya, sisik ikan bandeng lebih lunak sehingga lebih mudah dibersihkan. Selama membersihkan sisik, jangan lupa untuk membuang insang sekaligus isi perut bandeng. Hati-hati selama mengeluarkan isi perut ikan karena empedu bisa pecah. Jika empedu pecah, bandeng akan berasa pahit yang membuatnya tidak lagi lezat disajikan.

Sayat punggung bandeng

Setelah memastikan semua sisik telah terbuang, buat daging bandeng menjadi lebih lunak. Pijat-pijat badan bandeng atau pukul-pukul ikan menggunakan ulekan sehingga daging terasa lebih lunak dan tidak kenyal. Setalah daging terasa lebih lunak, lakukan langkah selanjutnya dengan menyayat punggung bandeng. Jangan lakukan sayatan terlalu dalam karena dapat memotong duri yang ada dalam punggung bandeng. Saat duri terpotong, maka duri bandeng akan semakin sulit dihilangkan. Untuk menghindari duri terpotong, sebaiknya lakukan sayatan pada punggung bandeng mulai dari kepala menuju ekor bandeng. Karena itu sebaiknya sayatan dilakukan dengan hati-hati untuk cara menghilangkan duri bandeng.

Sayatan mengikuti badan ikan

Sayatan pada punggung bandengn bisa jadi sangat menyulitkan. Terutama karena sayatan tersebut harus dilakukan tanpa memotong duri yang memenuhi punggung bandeng. Namun untuk membuat sayatan mudah dilakukan, sebaiknya sayatan dilakukan mengikuti bentuk badan ikan. Sehingga sayatan dapat dilakukan dengan mudah dan tidak memotong duri. Bagian ekor ikan, lakukan sayatan lebih dalam dengan mengikuti arah duri ekor bandeng. Duri bagian ekor bandeng yang sudah terlihat cukup jelas, dapat dijadikan pegangan selama sayatan pada punggung bandeng dilakukan. Dengan memegang ekor bandeng, sayatan akan lebih terarah dan tepat sehingga duri tidak ikut terpotong.

Tarik duri bandeng

Jika Anda sudah melakukan sayatan pada punggung bandeng, pegang bagian ekor bandeng. Saat ini anda sudah bisa menarik duri bandeng dengan menariknya melalui ekornya. Namun bagi yang belum terbiasa melakukannya, bandeng bisa jadi berantakan saat Anda mulai menarik durinya. Untuk menghindari bandeng berantakan, sebaiknya pegang juga bagian kepala bandeng. Saat kepala dan ekor telah Anda pegang, tarik ekor perlahan namun cukup kuat. Jika tarikan pada ekor belum cukup kuat, Anda bisa sedikit menekuk bagian kepala hingga muncul bunyi krek seperti dahan patah. Maka duri akan dapat dicabut dengan mudah. Jika duri sudah ditarik, selebihnya Anda bisa melakukan sayatan lebih dalam hingga bandeng terbelah sempurna. Selebihnya Anda bisa mencari duri yang tertinggal dan mencabutnya menggunakan pinset.

Bandeng cabut duri

Menghilangkan duri bandeng bisa jadi menghabiskan banyak waktu Anda. Bahkan sebelum Anda mulai memasak, rasa lelah akan lebih dulu menyerang. Semua kesulitan menghilangkan duri bandeng tidak perlu Anda lakukan dengan memilih bandeng cabut duri. Sesuai dengan namanya, bandeng cabut duri sampai di tangan konsumen tanpa duri. Sehingga Anda bisa mengolahnya menjadi berbagai macam sajian sesuai dengan selera. Tidak hanya bebas duri, bandeng cabut duri juga tidak kalah segar dan lezat seperti bandeng yang diproduksi dengan cara lainnya. Tanpa harus melalui cara menghilangkan duri bandeng yang sulit, Anda sudah bisa menikmati bandeng kesukaan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *